Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Banjir kembali Merendam Desa Rheum Barat, kecamatan Simpang Mamplam Bireuen, air yang disertai Lumpur dan Kayu Gelondongan hanyut dari Ie Rop

Rabu, 14 Oktober 2026 | Oktober 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-14T12:55:43Z

BIREUEN - Banjir kembali merendam Desa Rheum Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Rabu (14/10/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB, usai shalat Ashar.

Dari foto yang diterima LEMBATU, air setinggi lutut orang dewasa merendam jalan desa dan masuk ke pekarangan rumah warga. Terlihat anak-anak dan remaja berjalan menerobos banjir dengan kondisi air keruh kecoklatan.
Air merendam puluhan rumah di dusun dekat Lhung Asan. Warga terpaksa mengungsi ke bagian rumah yang lebih tinggi sambil menyelamatkan barang elektronik dan dokumen penting.

Keuchik Rheum Barat, *Zulfa*, yang dikonfirmasi di lokasi mengatakan, begitu air mulai naik, ia langsung mengerahkan warga untuk gotong royong.
"Begitu habis Ashar air langsung naik cepat. Saya ajak masyarakat gotong royong bersihkan saluran air yang tersumbat. Kalau tidak dibersihkan, air semakin masuk ke rumah," kata Keuchik Zulfa, Rabu sore.

Menurut warga, banjir bukan hanya karena hujan lokal, tapi akibat *air kiriman dari Desa Ie Rhop*.

"Air datang dari atas, dari Ie Rhop, deras sekali. Bawa lumpur dan kayu gelondongan besar-besar. Kayu itu nyangkut di jembatan kecil dan di Lhung Asan, jadi air meluap ke kampung kami," ujar warga Rheum Barat.
Lhung Asan yang menjadi saluran utama pembuangan air kini kondisinya dangkal dan sempit. Jika debit air besar, lhung tidak mampu menampung sehingga meluap.

Masyarakat Desa Rheum Barat berharap besar kepada *Bupati Bireuen dan Dinas PUPR Bireuen* untuk segera mengambil tindakan jangka panjang, bukan hanya bantuan darurat.

"Kami mohon Pak Bupati, tolong Lhung Asan diperdalam dan diperlebar. Keruk pakai excavator. Setiap hujan lebat kami selalu kebanjiran. Sehingga banyak peralatan elektronik yang rusak terendam air, serta ternak yang mati dan tanaman juga mati terendam air," Ucap warga.

Hingga Maghrib tadi, air dilaporkan masih menggenang meski mulai surut perlahan. Gotong royong pembersihan masih terus dilakukan warga.

MN
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update