SAMALANGA, Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW masih terasa di Bumi Samalanga. Ribuan warga Desa Kampung Baro, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen memadati Meunasah Gampong Baro dalam acara Peringatan Maulid Nabi SAW, Minggu, 13 September 2026 bertepatan dengan 1 Rabiul Akhir 1448 H
Kegiatan yang digelar Pemerintah Gampong bersama pemuda dan majelis taklim ini berlangsung meriah, khidmat, dan penuh nuansa Islami sejak pagi hingga siang.
Acara diawali dengan pembacaan Zikir Maulid oleh Grup Zikir Meunasah Gampong Baro Dengan lantunan shalawat, qasidah, dan zikir yang dipimpin Tgk. Imum, suasana meunasah seketika khusyuk. Jamaah tampak khusyuk mengikuti, sambil bershalawat bersama.
Usai zikir, acara dilanjutkan dengan tausiah singkat yang menyampaikan tentang keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun akhlak, persaudaraan, dan kepedulian sosial.
Selanjutnya seluruh warga menikmati makan kenduri Maulid bersama. Nasi, lauk pauk, dan kuih khas Samalanga dihidangkan di atas daun pisang. Tradisi kenduri ini menjadi simbol kebersamaan dan syukur masyarakat atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Imam Meunasah Tgk. Muhammad Nur. Doa dipanjatkan untuk keselamatan desa, keberkahan masyarakat, dan kedamaian Aceh.
Puncak kegiatan yang paling dinantikan adalah penyantunan anak yatim.
Sebanyak puluhan anak yatim se-Desa Kampung Baro menerima santunan berupa paket sembako dan uang tunai. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Keuchik Kampung Baro Mulyadi, SH didampingi Ketua Pemuda Muhammad Audi Rizki dan tokoh masyarakat.
Keuchik Mulyadi, SH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemuda, dan masyarakat yang telah bahu-membahu menyukseskan kegiatan.
“Alhamdulillah, peringatan Maulid tahun ini berjalan lancar. Ini bukti bahwa masyarakat Kampung Baro masih kuat dalam menjaga tradisi keagamaan. Semoga dengan memperingati kelahiran Rasulullah, kita semakin cinta kepada beliau dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Mulyadi.
Sementara Imam Tgk. Muhammad Nur Mengajak jamaah untuk menjadikan Maulid sebagai momentum muhasabah.
“Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak. Mari kita tingkatkan ibadah, perbanyak shalawat, sayangi anak yatim, dan jaga ukhuwah di antara kita,” pesannya.
Ketua Pemuda Muhammad Audi Rizki, juga menegaskan bahwa pemuda siap menjadi garda terdepan dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
“Kami pemuda akan terus mendukung setiap kegiatan positif di desa. Kegiatan seperti ini harus terus kita lestarikan agar generasi muda tidak lupa dengan sejarah dan akhlak Nabi,” katanya.
Pantauan di lapangan, warga datang membawa keluarga dari berbagai dusun. Anak-anak, ibu-ibu, hingga orang tua lansia hadir dengan pakaian rapi. Usai acara, warga berfoto bersama dan bersalam-salaman sebagai wujud mempererat silaturahmi.
Dengan berakhirnya doa dan penyantunan, rangkaian Peringatan Maulid Nabi SAW di Kampung Baro ditutup dengan penuh haru. Warga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai warisan budaya dan dakwah Islam di Samalanga yang berjulukan kota santri.
RR



