SAMALANGA – Rasa syukur dan kepedulian sosial menyatu dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Tanjung Baro, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen pada malam Senin, 7 September 2026 bertepatan dengan 15 Rabiul Awal 1448 H
Kegiatan yang dipusatkan di Meunasah desa ini tidak hanya diisi tausiyah, tetapi juga dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim se-Desa Tanjung Baro.
Acara dimulai selepas Isya dan dihadiri ratusan masyarakat. Tampak hadir Keuchik Desa Tanjung Baro *Syarifuddin*, Sekdes Kampung Baro *Ulaimi*, Imam Meunasah *Tgk. M. Isa Husen*, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta para orang tua anak yatim.
Santunan Anak Yatim
Sebelum tausiyah dimulai, Keuchik Syarifuddin bersama perangkat desa menyerahkan santunan berupa uang tunai dan paket sembako kepada anak-anak yatim.
“Kegiatan ini bentuk kepedulian kita. Rasulullah sangat sayang kepada anak yatim. Mudah-mudahan santunan kecil ini membawa berkah dan meringankan beban mereka,” ujar Syarifuddin.
Tausyiah Tgk. Junaidi Ilyas
Tausyiah inti disampaikan oleh Tgk. Junaidi Ilyas dari Lhokseukon, Aceh Utara. Dalam ceramahnya beliau menekankan 3 pesan penting:
1. “Penting kita membaca, agar banyak tau.” Dengan membaca wawasan bertambah dan tidak mudah dibodohi.
2. Membaca Al-Qur’an agar iman kita bertambah.” Karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup dan sumber ketenangan hati.
3. “Teladani sifat Rasulullah bagi laki-laki, teladani sifat Siti Khadijah bagi perempuan.” Rasulullah sebagai suri tauladan dalam kejujuran, amanah dan kepemimpinan. Siti Khadijah sebagai teladan dalam kesetiaan, pengorbanan dan mendukung perjuangan.
“Kalau kita mau rumah tangga berkah dan desa maju, maka tiru Rasulullah untuk bapak-bapaknya, tiru Siti Khadijah untuk ibu-ibunya. Dan jangan lupakan anak yatim, karena memuliakan yatim itu jalan menuju surga,” tegas Tgk Junaidi disambut aamiin jamaah.
Sambutan Tokoh Desa
Keuchik Syarifuddin menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih semangat memperingati Maulid dan peduli sesama. Ia berharap peringatan ini menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan semangat gotong royong.
Imam Meunasah Tgk. M. Isa Husen mengapresiasi antusiasme warga. Ia menyebut kegiatan keagamaan dan santunan ini penting untuk menjaga moral generasi muda dan menumbuhkan empati sosial.
Sementara Sekdes Ulaimi mengajak perangkat desa menjadikan sifat Rasulullah sebagai pedoman dalam pelayanan. “Pemimpin harus melayani dengan amanah seperti Rasulullah. Jangan sampai kita menyusahkan rakyat,” pesannya.
Acara ditutup dengan pembacaan shalawat, doa bersama untuk anak yatim, dan jamuan kenduri. Warga tampak antusias hingga acara selesai larut malam.
LSR - Lintas Suara Rakyat
_Samalanga, 8 September 2026.
RR



