BIREUEN 15 September 2026 – Sepanjang jalan dari Keude Pandrah hingga hampir ke Keude Jeunieb, Kabupaten Bireuen kini berubah wajah. Kawasan ini mulai dikenal sebagai desa produksi Bhoi atau dalam bahasa Indonesia disebut bolu. Deretan kedai kueh kering berjejer rapi dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga lokal maupun pelintas.
Salah satu kedai yang paling mencuri perhatian adalah Dapu Bhoi Cut Nyak Dhien, yang berlokasi di Desa Pandrah, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.
Di Dapu Bhoi Cut Nyak Dhien tersedia berbagai macam kueh kering khas Aceh. Mulai dari Bhoi, Keukarah, Kueh Seupet, Kueh Rafik, dan aneka kueh tradisional lainnya. Rasanya pas di lidah dan harganya bersahabat, sehingga banyak pelanggan yang datang silih berganti.
“Alhamdulillah peminatnya ramai. Selain warga sekitar, banyak juga yang singgah dari luar Jeunieb untuk beli oleh-oleh,” ujar salah satu penjaga kedai saat ditemui awak media.
Yang membuat Dapu Bhoi Cut Nyak Dhien berbeda adalah pelayanannya. Pengunjung dilayani dengan ramah dan suasana kedai terasa kekeluargaan. Selain melayani penjualan eceran, kedai ini juga menerima pesanan atau orderan untuk berbagai acara.
Mulai dari kueh hantaran untuk pernikahan, kueh ba gateng, hingga pesanan kenduri dan acara besar lainnya. Semua pesanan dibuat dengan bahan pilihan dan tetap menjaga cita rasa khas Aceh.
Keberadaan Dapu Bhoi Cut Nyak Dhien ini membuktikan bahwa UMKM kuliner di Bireuen terus berkembang. Tak hanya menghidupkan ekonomi warga Pandrah, tetapi juga memperkenalkan kueh tradisional Aceh agar tetap lestari dan dikenal luas.
Bagi yang ingin berkunjung, Dapu Bhoi Cut Nyak Dhien mudah ditemukan di sepanjang jalan utama Pandrah - Jeunieb. Dijamin pulang bawa oleh-oleh dan ketagihan.
RR



