Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Satgas Pangan Daerah Kabupaten Karimun Diminta Pantau Distribusi Beras SPHP yang langka di Karimun

Rabu, 15 Mei 2024 | Mei 15, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2025-04-26T00:08:28Z

Pwdpikarimun – Satgas pangan daerah kabupaten Karimun diminta bantu masyarakat Karimun untuk secara optimal lakukan pemantauan atas ketersediaan dan kelancaran distribusi beras SPHP ke masyarakat kabupaten Karimun

Pasalnya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) merupakan program pemerintah bertujuan untuk melindungi daya beli dan keterjangkauan harga pangan bagi konsumen

Dari pantauan awak media ini dilapangan, banyak masyarakat yang mengeluhkan beras SPHP sejak seminggu sebelum idul fitri 1445 hijiriah hingga saat ini sangat langka untuk di dapat baik di kedai-kedai, toko –toko maupun di market-market.

Beberapa waktu yang lalu, awak media ini ,mencoba mendatangi gudang Bulog yang berada di lokasi Pelabuhan BUP Karimun di Parit Rampak, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun
Dari Keterangan Kepala gudang Sungai Raya Kantor cabang Bulog Batam di Karimun, Sufatno pada ketika itu mengatakan beras baru sampai dan sedang bongkar dari kapal untuk dibawa ke gudang bulog sebanyak 500 ton
” Iya..Pak baru proses bongkar sekarang mungkin awal mei baru tersedia Sufatno ketika itu

Berselang seminggu kemudian sekitar tanggal 6/5/2024 awak media menanyakan kembali kenapa belum ditemukan keberadaan beras Bulog SPHP dipasaran, minimarket, maupun dikedai kedai

“Sekarang masih on proses pekerjaan rebag untuk penyaluran, sesegera mungkin bisa kita pastikan dalam minggu ini sudah beredar luas,” terang Sufatno lagi

Dari pemantauan awak media pada Rabu (15/5/2024), beras Bulog SPHP 5 Kg pergoninya masih sangat langka ditemui masyarakat, hal itu juga diperkuat dengan pantauan media ini yang baru menemukan di satu toko di pasar Maimun yaitu toko Mariah Karima, dan itupun sulit dilihat oleh masyarakat karena posisi berasnya didalam toko bagian belakang.

Tentunya hal ini sangat janggal karena beras 500 ton jika rebag kedalam goni ukuran berat 5 kg tentunya berjumlah 100.000 goni 5 kg (500 ton X 1000 kg ; 5kg = 100.000 goni).

Namun ternyata setelah jauh berkeliling di 4 kecamatan di Pulau Karimun besar, awak media hanya menemukan keberadaan beras Bulog SPHP di satu toko di depan pasar Maimun dan itupun tidak banyak jumlahnya

Karena Program SPHP adalah program Pemerintah untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat khusunya masyarakat Karimun, diminta kepada Satgas Ketahanan Pangan yang ada di daerah Kabupaten Karimun untuk membantu masyarakat karimun memantau pendisttribusian beras SPHP di Kabupaten Karimun serta mendata pendistribusian beras 500 ton tersebut disalurkan kemana saja dan kenapa masih sulit ditemukan untuk dibeli masyarakat 

Masyarakat juga berharap kepada Satgas Pangan khususnya yang ada di Polres Karimun agar menindak tegas apabila menemukan penyalahgunaan pendistribusian Beras Bulog SPHP sesuai dengan perauran perundang-undangan yang berlaku

(HN)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update