PWDPI KARIMUN - Pelabuhan Krabi masih melakukan kegiatan bongkar muat barang meski hasil hearing menyatakan melarang karena tidak sesuai dengan peruntukan pada perijinan yang telah diberikan.
Dari pantauan awak media ini dilapangan pada Selasa (6/11/23) sore, tampak sedang berlangsung aktifitas bongkar muat barang didalam goni- goni berwarna putih di pelabuhan Krabi yang kini berubah nama "King Foodcourt" tersebut.
Anehnya, ketika awak media ijin untuk bertemu penanggungjawab pelabuhan kepada penjaga yang mengaku bernama Riko mengatakan ia tidak mengenal pimpinan atau penanggung jawab pelabuhan dimana ia sebagai penjaga hanya ditugaskan menjaga keamanan dan melarang masuk selain pekerja di pelabuhan Krabi dan atau di King Foodcourt tempat ianya bekerja.
"Maaf Pak, saya hanya pekerja yang jaga disini yang ditugaskan menjaga, kalau Bapak tanya siapa penanggungjawab di pelabuhan ini saya tidak tahu dan tidak kenal ,Pak" Jawab Riko ketika diwawancara.
Meski tidak membolehkan awak media masuk ke lokasi bongkar muat barang yang aneh dan misterius karena terbungkus serba putih itu, namun ke awak media ianya menyampaikan bahwa kegiatan bongkar barang tersebut sudah kerap dilakukan dan aman-aman saja.
"Aktifitas ini sudah lama berjalan dan aman- aman saja Pak, ada barang ekspedisi, ada bongkar muat BBM ke kapal , Namun saya minta maaf karena telah ditugaskan agar melarang awak media masuk ke lokasi di pelabuhan ini," kata beliau yang membuat awak media terkesan aneh ada apa gerangan.
Salah seorang pejabat di kantor KSOP kelas I Tanjung Balai Karimun yang turut hadir pada hearing terkait pelabuhan Krabi pada tahun 2022 lalu menegaskan bahwa ianya tidak mengetahui aktifitas bongkar muat tersebut masih berjalan di pelabuhan Krabi.
"Sepengetahuan saya, sejak hearing kmaren sudah tidak diperbolehkan melakukan aktifitas bongkar muat di pelabuhan Krabi itu, kenapa masih berjalan ya," jawabnya singkat dan menyarankan kepada awak media agar konfirmasi langsung ke pimpinannya.
Atas kejadian ini, Mulyadi dari Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah (LPKAP) angkat bicara dan meminta agar aparatur penegak hukum dan atau pengawas dari instansi menindak tegas atas dugaan melakukan aktifitas bongkar muat yang diduga tidak memiliki perijinan yang lengkap ini.
"Kami dari LPKAP meminta kepada aparatur penegak hukum dan atau pengawas pada instansi terkait agar menindak tegas adanya dugaan aktifitas bongkar muat yang tidak lengkap atau tidak sesuai dengan perijinan tepatnya di pelabuhan Krabi atau King Cafe Food court namanya saat ini, pinta Mulyadi.
Tambah Mulyadi lagi,"Tanpa pengawasan dari Instansi terkait atau aparatur penegak hukum, diduga bisa saja barang- barang terlarang (ilegal) ataupun Narkoba masuk melalui pelabuhan Krabi ini ke kabupaten Karimun Negeri Berazam, Naudzubillah min dzalik," tegas Mulyadi diakhir tanggapannya. (M Saputra)



