Kampung Pinang Seribu apa hubungannya dengan Kampung Pineung siribe
Samalanga Aceh Pinang Seribu dalam bahasa Melayu, kalau dalam bahasa Aceh nya Pineung siribe. Lalu apa hubungannya dengan kedua kampung tersebut, Kampung pinang Seribu adanya di Moar Johor Malaysia, sedangkan Kampung Pineung siribe itu adanya di Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen, Aceh Indonesia.
Kedua kampung Pineung siribe dan Kampung Pinang Seribu dua Nama yang sama cuma beda dalam penyebutan dikarenakan bahasa yang berbeda, kalau disebut dengan bahasa Melayu maka akan disebut dengan Pinang Seribu, namun bila disebut dengan bahasa Aceh akan disebut dengan Kampung Pineung siribe. Kampung Pineung siribe yang letaknya di kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Aceh, pada tanggal 25 November tahun 2025 yang lalu hampir tenggelam oleh banjir bandang yang menimpa provinsi Aceh, karena dahsyatnya banjir tersebut.Kalau pada saat itu tidak putus jembatan penyeberangan kampung Pineung siribe menuju ke laut dapat dipastikan Kampung Pineung siribe hanya tinggal nama, sedangkan penduduknya sudah tidak ada lagi karena dibawa oleh air.
Lain lagi halnya dengan Kampung Pinang Seribu yang letaknya di Moar Johor Malaysia, dikampung Pinang Seribu bisa dikatakan bebas dari banjir, tanahnya subur dipenuhi dengan kebun rambutan dan pohon Durian, bahkan pohon mangis dan pohon duku juga banyak disana dengan buahnya yang lebat, masyarakat di kampung Pinang Seribu sangat makmur dan sejahtera, disana juga terdapat rumah yang sangat bersejarah yang usia rumah tersebut sudah hampir dua abat lamanya. Semua peninggalan sejarah sangat terpelihara di kampung Pinang Seribu, sehingga bila ada orang yang berkunjung kesana, penduduk disana mampu menceritakan tentang sejarah mereka.
Berbeda halnya dengan Kampung Pineung siribe yang letaknya di kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Aceh, disana semua peninggalan sejarah dimusnahkan dan digantikan dengan hal-hal yang baru, seolah kampung Pineung siribe itu tidak punya latar belakang sejarah, padahal di kampung Pineung siribe itulah lahir Ulama besar Aceh seperti Abi Hanafiah yang membangun Pesantren di Mesjid Raya kecamatan Samalanga, yang kini menjadi Pesantren MUDI.
Sejarah itu sepertinya ditutupi, sehingga banyak masyarakat di kampung Pineung siribe tidak tahu dan banyak yang buta akan sejarah nya, hal seperti ini seharusnya tidak boleh dibiarkan oleh pemerintah Kabupaten Bireuen. MN



