Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pedagang kaki lima di Peureulak Membandel berjualan di badan jalan hingga mengganggu pengguna jalan

Minggu, 21 Mei 2023 | Mei 21, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-05-22T09:11:51Z



PWDPI ACEH - Peureulak Aceh Timur, Dari pantauan awak media, Minggu 21/5/2023  pedagang kaki lima di Peureulak yang berjualan di badan jalan seolah-olah adalah bagian dari toko atau kedai tempat mereka berjualan, sehingga meletakkan meja atau rak untuk mengisi barang dagangan nya seenaknya saja tanpa memperdulikan pengguna jalan saat melintas berbelanja.

Saat di konfirmasi, pedagang tersebut engan berkomentar, berjualan ini semata mencari rezeki untuk menghidupkan anak istri dan teman temanya juga berjualan dibadan jalan. Pedagang tersebut merasa tidak adanya penertiban dan himbauan dari pihak mana pun, walaupun ini sangat sangat mengganggu pengguna jalan. Sekilas Bisa kita lihat betapa buruk dan semerautnya tatanan kota Peureulak yang di warnai pedagang bebas berjualan dimana mana, khususnya pedagang sayur dan pedagang grosiran, tanpa adanya penertiban pedagang oleh pihak terkait, baik di jalur dua kota, maupun di pasar pajak kota Peureulak, Juga sampah pedagang yang menumpuk dan berserakan dimana mana hingga mengeluarkan bau  menyengat sangat menganggu bagi masyarakat yang berbelanja di pasar pajak kota Peureulak, demikian komentar warga yang berbelanja di keude Peureulak. 

Kechik gampong keude Peureulak tidak sanggup menghadapi pedagang yang semeraut dan tidak bisa menertibkan pedagang nakal yang berjualan badan jalan sehingga mengganggu masyarakat pengguna jalan yang berbelanja di Keude Peureulak, lanjut warga. 

Dalam dua Hari ini mereka yang jualan di perpajakan (pasar kota) dan PKL untuk kita panggil ke Balai desa guna memberi arahan dan teguran keras kepada mereka. Karna kami sebagai pemerintah Gampong sudah memberitahukan kepada Mereka. Hal ini juga sudah saya sampaikan kepada Camat. kami masih bekerja maksimal dalam hal penertiban kota..."ucap keuchik keude Peureulak. 



Keuchik mengatakan melalui whatsap saat di konfirmasi "kalheuh kamoe tren barosa,kamoe bie himbauan tapi para pedagang batat that, harus ta telpon satpolpp. (Kami kemarin sudah turun kelapangan guna menghimbau akan tetapi pedagang masih membandel dan harus menghubungi satpolpp). "Ungkap keuchik keude Peureulak. 

Keude Peureulak adalah bagian dari salah satu desa di kecamatan Peureulak kota,warga Peureulak juga terasa memiliki yang namun desanya yang dikelola oleh pemerintahan desa keude Peureulak,"Iya betul Bang,! Akan tetapi kami lagi mengatur ulang kondisi bagaimana cara supaya teratasi masalah ini.nanti kalo sudah rapat sama pedagang saya hubungi Abang di aula kecamatan."Terang keuchik keude Peureulak saat di konfirmasi melalui whatsapp. 

Keuchik juga menyampaikan kendala di lapangan, kami sudah sering bertindak menegur dan melarang berjualan di badan jalan yang namun mereka tetap membandel, dan masalah ini sudah saya sampai kan kepada pihak kecamatan. Tutur keuchik keude Peureulak. Melalui seluler kasatpol PP mengatakan "Kami telah telah bermufakat dengan camat Peureulak dan keuchik keude Peureulak terkait masalah ini dan kita menunggu Qanun gampong dari keuchik Keude Peureulak. Ucap Kasatpol-pp

Terkait masalah sampah juga telah kami sudah beritahukan kepada dinas lingkungan hidup (LH) kabupaten Aceh Timur, akan tetapi dinas LH mengatakan bahwa kami tidak ada anggaran untuk saat ini, banyak sekali pemotongan dintansi selama COVID19, dan bila keuchik ingin membantu dan berkerja sama, sangat kami harapkan untuk biaya minyak angkutan truk sampah. "kata keuchik kepada awak media,sebagai penyambung lidah dari dinas lingkungan hidup. 

Media ini telah menghubungi dinas Kebersihan Bg zainal (+62 853-6001-3473) baik melalui telpon seluler maupun whatsapp, namun tak mendapatkan tanggapan sebagai mana mestinya hingga berita ini di tayang.

Editor: tarmizi
Pewarta: Wak geng 
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update