Pwdpikarimun- Menindaklanjuti pemberitaan terkait terjadinya kelangkaan beras Bulog SPHP di Pulau Karimun besar beberapa waktu sebelumnya, Polres Karimun pada Senin, 13 Mei 2024, melalui Unit Tipiter Satreskrim Polres Karimun telah melaksanakan pengecekan langsung ke Gudang Badan Urusan Logistik Kabupaten karimun.
Dalam kegiatan tersebut didapati informasi bahwa stok beras SPHP di Gudang Bulog Kabupaten karimun ada sebanyak 48 ton yang telah direbag kedalam karung berat 5 kg perkarungnya
Penyaluran terakhir dilaksanakan pada hari kamis tanggal 9 Mei 2024 sebanyak 34 ton yang sudah direbag.
Rencana penyaluran selanjutnya terjadwal pada tanggal 17 Mei 2024 sebanyak 13 ton (rebag)
Diinfokan juga oleh pihak Bulog bahwa
Kegiatan penyaluran/distribusi beras per tanggal 1 Januari 2024 harus melalui sistem yang berbasis online yang menyebabkan beberapa RPK yang terkendala dalam pemenuhan data, belum menerima penyaluran beras SPHP.
" Satreskrim Polres Karimun akan terus melakukan pengawasan dalam hal penyaluran/ pendistribusian beras SPHP untuk masyarakat di kabupaten Karimun,"tegas Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus
Sementara , Kepala Bulog cabang Batam di Sungai Raya , kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Sufatno membenarkan bahwa saat ini masih berlangsung proses rebag ke karung ukuran 5 kg perkarungnya, dimana baru telah siap direbag sebanyak 48 ton dan telah didistribusikan ke beberapa tempat untuk dipasarkan ke masyarakat
Menurut Sufatno lagi bahwa beras Bulog yang datang dan bongkar 500 ton pada 24 April 2024 lalu tidak semuanya untuk dipasarkan, namun ada juga untuk program kementerian sosial untuk bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang disalurkan melalui Kantor Pos
" Saat ini proses rebag masih terus berlangsung dan tentunya proses rebag beras yang datang 500 ton kmaren butuh waktu, sedangkan yang sudah direbag baru selesai sebanyak 48 ton kedalam karung ukuran berat 5 kilogram dan sudah didistribusikan sejak tgl 9 Mei 2024 kemaren dan hari ini tanggal 17 Mei 2024 juga sedang berlangsung pendistribusiannya ke pelaku usaha untuk dapat dipasarkan ke masyarakat," tutup Sufatno, pada Jum'at (17/5/2024) sore
(HN)